Rabu, 02 November 2011

Messi: Pele Belum Kasih Saya DVD

BARCELONA – Soal siapa pemain terbaik sepanjang masa, membuat orang membanding-bandingkan Lionel Messi dengan legenda Brasil Pele dan bintang Argentina era 80-an Diego Maradona. Isu ini sempat memaksa Messi dan Pele, dan Maradona bereaksi. Perdebatan pun semakin menarik, karena mereka saling menanggapi pernyataan.Pele bahkan terkesan sedikit tersinggung mendengar bahwa Messi tidak mau mengatakan dirinya sebagai pemain terbaik karena belum pernah melihat aksinya. Dia pun berjanji akan memberikan DVD yang berisi rekaman aksinya semasa masih berkarier sebagai pemain. Tapi sampai saat ini striker Argentina itu belum juga menerimanya. “Saya ingin sekali melihat Pele beraksi, tapi dia belum juga mengirimkan saya DVD gol-golnya. Semua orang bilang dia pemain yang luar biasa, tapi saya tidak bisa memberikan pendapat tanpa melihatnya bermain,” ujar Messi, seperti dikutip Goal, Rabu (2/11/2011). Messi saat ini digadang-gadang bakal kembali menerima Ballon D’Or untuk ketiga kalinya, dan menjadi pemain terbesar sepanjang sejarah. Bahkan, beberapa sepakat mengatakan striker Barcelona ini lebih hebat dari Pele dan Diego Maradona. Soal itu, Messi sendiri tidak terlalu peduli, dia lebih senang fokus untuk menang bersama tim yang dibelanya.”Saya tidak tertarik dengan komparasi seperti itu, dan tidak bermain untuk menjadi yang terbaik di dunia. Saya bermain untuk kepentingan tim dan memenangi trofi,” papar Messi. “Ketika saya menggantung sepatu, saya ingin dikenal sebagai pemain hebat, tapi saya tidak peduli apakah saya adalah yang terbaik. Saya ingin dikenang karena trofi yang saya raih, dengan tim dan trofi individu,” Messi menegaskan.

Greg dan Victor Absen dari Latihan Timnas

SOLO - Greg Nwokolo dan Victor Igbonefo tak terlihat bergabung dalam sesi latihan tim nasional PSSI hari ke dua di Stadion Manahan Solo Jawa Tengah. Ke dua pemain naturalisasi tersebut harus menyelesaikan urusan imigrasi sehingga harus absen berlatih. Paspor memang harus dimiliki jika ke dua pemain tersebut akan memperkuat tim merah putih berlaga ke luar negeri. Untuk laga terdekat mereka akan melawan tim nasional Qatar di Doha Qatar dalam lanjutan pertandingan penyisihan pra piala dunia zona Asia. Sementara itu Wim Rijsbergen memberikan porsi latihan untuk menyeimbangkan kondisi fisik dan kemampuan teknik pemain yang dianggap tidak merata. Sementara itu Bambang Pamungkas dan kawan kawan hari ini digenjot untuk menyeimbangkan kemampuan fisik dan kemampuan teknik pemain karena kemampuan beberapa pemain tidak sama dengan pemain lainnya. Menurut Wim Rijsbergen ada beberapa pemain yang klubnya tidak mengikuti pertandingan uji coba maupun kejuaraan sehingga mempengaruhi kemampuan mereka.

Kena Stroke, Cassano Bisa Main Lagi

BRESCIA - Dengan tidak adanya berita yang pasti, spekulasi mengenai kesehatan Antonio Cassano terus berlanjut. Marco Bortoluzzi, kepala unit saraf di Rumah Sakit Brescia, membenarkan Cassano mungkin menderita stroke iskemik. Seperti diberitakan sebelumnya, selepas pulang dari Roma, Cassano memang mengalami gejala sakit yang sangat misterius. Cassano dikabarkan tengah bersenda gurau dengan rekan satu timnya di pesawat, sebelum tiba-tiba mengalami gangguan pada pandangan, kemampuan bicara dan geraknya. "Ini adalah konsekuensi dari bekuan darah atau fragmen beku darah yang terlepas dari dinding vena dan memblokir pembuluh darah kecil di otak. Sebuah kerusakan bagian otak yang dilayani oleh arteri yang akan mengikuti, seperti fungsi bicara misalnya. Kerusakan ini dapat dibalikkan," jelas Bortoluzzi. "Tes vaskular, kardiologikal dan haematological membutuhkan waktu beberapa hari. Kemudian, kami mungkin perlu melakukan terapi farmakologis. Sehingga, perawatan theraputic diharapkan dapat berlangsung dalam beberapa pekan mendatang," sambungnya. Kendati demikian, Bortoluzzi menilai Cassano masih bisa bermain sepak bola lagi. Namun, membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisinya. "Cassano mungkin bisa bermain lagi dalam beberapa bulan mendatang," ujar sang dokter dikutip La Gazzetta Dello Sport, Rabu (2/11/2011). "Perbedaan antara stroke dan iskemia? Stroke adalah manifestasi akut yang dapat menyebabkan pemblokiran atau kerusakan arteri. Iskemia terjadi ketika ada kurangnya pasokan sementara darah ke otak," tandas Bortoluzzi. (hmr)

Jumat, 07 Oktober 2011

Tugas Softskill Sistem Informasi Akuntansi #

3. Pengantar E-Business

a. Model-model e-business
b. Pengaruh-pengaruh e-business atas proses bisnis
c. Factor-faktor keberhasilan e-business
d. Infrastruktur untuk e-business

so this the answers :

a. Model-model e-business

> B2C (Business to Consumers): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara individu dan organisasi.

> B2B (Business to Business): Interaksi yang dimungkinkan oleh teknologi antara organisasi dengan organisasi (antar organisasi)
---------------------------------
b. Pengaruh-pengaruh E-Business atas proses Bisnis

Electronic Data Interchange (EDI): adalah protokol Standar, ada sejak era tahun 1970, untuk secara elektronik mentransfer (mengirimkan) informasi antar organisasi serta dalam berbagai proses bisnis.

EDI:

– Meningkatkan tingkat akurasi

– Mengurangi biaya

---------------------------------
c. Faktor-faktor keberhasilan E-Business

Terdapat dua faktor penting dalam menetapkan keberhasilan langkah-langkah untuk masuk dalam e-business.

Faktor pertama adalah tingkat kesesuaian dan dukungan aktivitas e-business atas strategi keseluruhan perusahaan.

Faktor kedua adalah kemampuan untuk menjamin bahwa proses e-business memenuhi tiga karakteristik kunci yang dibutuhkan dalam transaksi bisnis apapun, yaitu :
- Validitas, Integritas, dan Privasi

---------------------------------
d. Infrastruktur untuk e-business

Kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan, terutama internet, menyediakan inrastruktur yang dibutuhkan untuk e-business. Bagian ini memberikan pengantar atas gambaran umum konsep jaringan dan mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan metode-metode alternatif yang dapat dipergunakan organisasi dalam mengimplementasikan e-business.

> Jenis-jenis Jaringan

Jaringan telekomunikasi dibanyak perusahaan dipergunakan untuk melakukan e-commers dan mengelola operasi internal yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
1. Local Area Network (LAN)
2. Wide Area Network (WAN)
3. Value-added Network dan
4. Internet

> Software Komunikasi

Software komunikasi mengelola aliran data melalui suatu jaringan. Software komunikasi didesain untuk bekerja dengan berbagai jenis peraturan dan prosedur untuk pertukaran data.

Software ini melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut:

1. Pengendalian akses

Software ini berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan hubungan antar-berbagai peralatan; secara otomatis memutar dan menjawab telepon; membatasi akses hanya pada para pemakai yang berwenang; serta membuat parameter seperti: kecepatan, mode, dan arah pengiriman.

2. Pengelolaan jaringan

Pada software ini berfungsi untuk mengumpulkan data untuk memeriksa kesiapan peralatan jaringan untuk mengirim atau menerima data; membuat aturan antri untuk masukan dan keluaran; menetapkan prioritas dalam sistem,mengirimkan pesan; dan mencatat aktivita, penggunaan, dan kesalahan dalam jaringan.

3. Pengiriman data dan file

Software ini berfungsi untuk mengontrol pengiriman data, file dan pesan-pesan diantara berbagai peralatan.

4. Pendeteksi dan pengendalian atas kesalahan

Software ini berfungsi untuk memastikan bahwa data yang dikirim benar-benar merupakan data yang diterima.

5. Keamanan data

Software ini berfungsi untuk melindungi data selama pengiriman dari akses pihak yang tidak berwenang.

> PILIHAN KONFIGURASI JARINGAN


Konfigurasi LAN
Konfigurasi LAN mempunyai tiga ciri dasar, yaitu: konfigurasi bintang, konfigurasi cincin, dan konfigurasi.

Konfigurasi Bintang

Dalam konfigurasi bintang, setiap peralatan secara langsungb terhubung dengan server pusat. Seluruh komunikasi antara peralatan dikendalikan dan dikirim melalui serverv pusat. Biasanya, server akan mengumpulkan data setiap peralatan untuk melihat apakah peralatantersebut ingin mengirim pesan. Konfigurasi bintang adalah cara termahal untuk membangun LAN karena membutuhkan banyak sekali kabel untuk menghubungkannya. Akan tetapi, keunggulan utamanya adalah apabila salah satu titik sedang gagal (down), kinerja jaringan yang lain atau jaringan selebihnya tidak terganggu.

2. Konfigurasi Cincin

Pada konfigurasi cincin, setiap titik secara langsung terhubung dengan dua titik lainnya. Ketika sebuah pesan melalui cincin tersebut, setiap titik akan memeriksa judul paket untuk menetapkan apakah data tersebut ditujukan bagi titik berkaitatau tidak. LAN yang dikonfigurasikan cincin mempergunakan software yang disebut dengan token. Token ini berfungsi sebagai untuk mengendalikan aliran data dan untuk mencegah tabrakan. Token secara terus-menerus beroperasi disepanjang cincin. Jadi, titik-titik lainnya harus menunggu hingga pesan yang dikirim sampai pada tujuannya dan token tersebut bebas kembali, sebelum mereka dapat mengirim data. Apabila hubungan dalam cincin rusak, jaringan tersebut dapat berfungsi, walaupun lebih pelan, dengan cara mengirimkan seluruh pesan ke arah yang berbeda.

3. Konfigurasi BUS

Didalam konfigurasi BUS, setiap peralatan dihubungkan dengan saluran utama, atau yang disebut BUS. Pengendali komunikasi didesentralisasi melalui jaringan BUS. Konfigurasi BUS mudah untuk diperluas dan lebih murah untuk dibuat daripada konfigurasi bintang. Akan tatapi, kinerjanya akan menurun apabila jumlah titik yang dihubungkan meningkat.

Daftar pustaka :
Google : tiosijimbo.wordpress.com/.../pengantar-e-business-model-pengaruh-faktor- dan-infrastruktur

Minggu, 22 Mei 2011

Etos Pendidikan Entrepreneurship

TUJUAN dari pendidikan adalah memanusiakan manusia. Di dalam tujuannya terdapat proses dialogis yang membebaskan. Tidak ada kata penyeragaman dalam tataran praksisnya.

Sehingga, ketika kita dihadapkan persoalan hidup,kita mampu menyelesaikannya dengan cermat. Tetapi hal yang seperti itu sudah mulai tercabut dari sistem pendidikan di Indonesia. Metode bagi para peserta didik dari tingkat dasar sampai tingkat tinggi masih terpaku pada metode hafalan bukan metode hadap masalah. Sehingga mereka tidak sempat berpikir di luar hal tersebut yang menyangkut langsung ke dalam kehidupan nyatanya.

Akibatnya banyak dari mereka yang gagap dalam menjawab persoalan hidup. Hal ini tentu menjadi bahaya besar bila terjadi pada kalangan terdidik, sumber daya manusia yang seharusnya mampu menjadi roda penggerak kemajuan bangsa. Berdasarkan data yang dirilis oleh Survei Angkatan Kerja Nasional 2009, tahun lalu saja angka pengangguran terdidik menembus 1 juta orang.

Mengingat bahwa sistem pendidikan yang jamak dilakukan di perguruan tinggi hingga kini masih tetap sama seperti tahun lalu. Maka tidak menutup kemungkinan angka tersebut akan mengalami kenaikan pada tahun ini. Kurikulum entrepreneurship yang digadang-gadang bakal ampuh menjawab persoalan hidup nampaknya tidak memberikan dampak yang berarti. Pasalnya konsep pendidikan entrepreneurshipdi kebanyakan perguruan tinggi hanya sebatas pada sistem kredit semester (SKS).

Dengan dua atau empat SKS mahasiswa dianggap sudah mampu ber-entrepreneur.Menyempitkan entrepreneurship dalam sebuah muatan materi tentu hal yang salah. Padahal bila ditelisik lebih jauh entreperenuership adalah bukan kata tanpa makna apalagi sebatas materi. Entreperenuership adalah etos. Semangat tak kenal lelah dalam menjawab persoalan hidup yang mendatangkan kemakmuran bagi dirinya dan orang lain.

Keberhasilan pendidikan entreperenuership tidak diukur oleh banyaknya mahasiswa yang telah lulus SKS tetapi lebih diukur dari dampaknya terhadap sosial-ekonomi dari usaha yang dilakukan. Isu tersebut kemudian dapat diperluas dengan banyaknya lapangan kerja, jumlah tenaga kerja yang bisa terserap, serta potensinya bagi pertumbuhan ekonomi negara.Yang terpenting sumber daya alam yang selama ini dikelola oleh pihak asing harus dikelola secara mandiri.

Penduduk lokal harus diberdayakan,dikuatkan dalam hal kependidikannya. Dus, pendidikan yang memerdekakan dan mengasah kemampuan peserta didik untuk menemukan atau bahkan menciptakan peluang di sekitarnya itulah real entrepreneur. Karena seorang entrepreneur harus mampu melihat permasalahan di masyarakat.

Artinya harus mempunyai pemikiran kritis dan daya eksplorasi terhadap lingkungan sekitar.Karena memang sistem pendidikan haruslah seperti ini. Mengutamakan kemampuan peserta didik dalam memaknai dan menggunakan pengetahuan walaupun sesederhana apa pun pengetahuan itu. (*)

Pendidikan Tak Sentuh Dunia Nyata Picu Remaja ML

JAKARTA- Maraknya fenomena making love (ML) di kalangan remaja seperti terungkap dalam hasil survei Komisi Perlindungan Anak (KPA) tak lepas dari ketidakberdayaan dunia pendidikan menjadikan anak didik agar siap menghadapi dunia nyata.

Pengamat Pendidikan Universitas Indonesia (UI) Hanief Gafur menyatakan kurikulum pendidikan Indonesia baru menyentuh wilayah pembelajaran, agar peserta didik mampu bersaing di masa depan.

Sementara wilayah pendewasaan dan pembiasaaan sama sekali belum tersentuh. Bahkan cenderung diabaikan. Pendewasaan dalam arti bagaimana anak dibina agar siap menghadapi segala hal yang akan ditemuinya di luar ruang kelas.

“Sejauh ini pendidikan di Indonesia hanya sampai pada tahap pembelajaran saja. Tak heran mereka masih menganggap hal-hal seperti seks tidak pantas dibicarakan. Padahal itu merupakan suatu yang penting untuk diberitahukan,” ungkapnya kepada okezone di Jakarta, Senin (10/5/2010).

Persoalan ini, lanjut Hanief disinyalir sebagai akar persoalan di dunia pendidikan selama ini. Di antaranya siswa menjual diri karena himpitan ekonomi, prilaku seks bebas di antara sesama pelajar, serta bentuk kenakalan-kenakalan remaja lain.“Pendewasaan dan pembiasaan tidak menyatu dalam pendidikan. Pendidikan jangan dilokalisir,” tegasnya.

Apalagi, lanjut dia, teknologi berkembang dengan pesat, sehingga anak-anak semakin bebas untuk mencari tahu apa yang ingin mereka ketahui. Dengan tidak didapatnya pengetahuan seks di sekolah, maka anak akan mencari tahu sendiri.

Dalam kaitan ini, Hanief menegaskan peran penting orangtua dan para pendidik dalam memantau fase tumbuh dan berkembangnya anak dan remaja. Dia menyebutkan, ada tiga fase tumbuh kembangnya anak. Yaitu fase kebebasan dalam melakukan apapun, fase permisif (keserbabolehan), dan fase hedonis (pemburu kenikmatan).

“Seorang anak apabila tidak ada yang melarang maka akan merasa bebas, karena menurut dia tidak ada aturan. Lalu akan beranjak ke permisif dengan hilangnya secara perlahan-lahan aturan aturan yang ada, itu menunjukan bahwa semua yang dia lakukan adalah wajar dan boleh, melonggarnya nilai-nilai, norma-norma, dan pandangan-pandangan. Terlebih lagi anak itu hedonis atau pemburu kenikmatan,” terangnya.

Hasil survei Komisi Perlindungan Anak (KPA) terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar mengungkapkan bahwa 97 persen remaja pernah menonton atau mengakses pornografi, 93 persen pernah berciuman bibir. Sedangkan 62,7 persen pernah berhubungan badan dan 21 persen remaja telah melakukan aborsi.

Industri Pendidikan

ENTAH kenapa pendidikan dianggap mulia, bahkan sakral. Maka istilah bisnis, apalagi industri pendidikan, dianggap tabu yang mencemarkan citra kemuliaan pendidikan.

Pandangan memuliakan pendidikan itu benar apabila yang dimaksud adalah pendidikan yang diberikan orang tua kepada anaknya. Sebab, pendidikan seperti ini lazimnya dilakukan tulus ikhlas tanpa memungut biaya sesen pun. Namun pandangan memuliakan pendidikan itu keliru, bahkan munafik, apabila yang dimaksud pendidikan adalah pengajaran yang diberikan guru atau lembaga pendidikan kepada para muridnya; apabila para murid, orangtua atau walimurid harus membayar biaya, meski cuma sesen, apalagi jutaan rupiah.

Munafik mengaku pemungutan biaya pendidikan, meski berkedok istilah sumbangan gedung, biaya seragam, atau apa pun sebagai bukan bisnis, apalagi industri! Selama ada transaksi jual beli, jelas yang dilakukan adalah bisnis atau dalam skala lebih massal disebut industri. Maka selama murid harus membayar jasa guru atau lembaga yang memberikan pendidikan sebenarnya istilah yang tidak munafik adalah bisnis atau industri pendidikan.

Ternyata yang keliru bukan cuma pengingkaran istilah saja, melainkan juga pengingkaran terhadap UUD negara dan bangsa Republik Indonesia tercinta! Sebenarnya di dalam UUD 1945 sudah tegas dan jelas hitam di atas putih, eksplisit tersurat, setiap warga bangsa dan negara Indonesia memiliki hak atas pendidikan. Pada kenyataannya, hak atas pendidikan itu sudah diabaikan,bahkan diingkari.

Ternyata setiap warga Indonesia bukan memiliki hak, melainkan malah kewajiban membayar pendidikan bagi dirinya masing-masing. Sungguh ironis. Di Jerman, negara dengan rakyat tidak miskin dan tidak berfalsafah Pancasila dengan asas kemanusiaan dan keadilan sosial, pendidikan malah total gratis dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi! Lebih celaka lagi ketika UU Pendidikan Nasional sesuai UUD 1945 diupayakan untuk ditegakkan, malah berbagai pihak sengit menolak.

Mereka beralasan pendidikan gratis tidak realistis karena cuma kosmetik politis demi memikat suara rakyat, terutama di masa pemilu. Yang menolak pendidikan gratis adalah para penganut paham kapitalisme sejati atau mereka yang sudah telanjur menikmati nikmatnya berbisnis pendidikan tidak gratis.

Alasan utopia justru terbukti tidak realistis sebab pendidikan gratis di Jerman dan berbagai negara beradab di planet bumi ini terbukti bisa dijadikan kenyataan yang sangat nyata.Pendidikan gratis kalau memang mau, pasti mampu. Tetapi kalau memang tidak mau yapasti tidak mampu! Di Indonesia sudah terbukti, kalau mau para politisi mampu memenuhi janji menggratiskan pendidikan di wilayah kekuasaan masing-masing.

Dipelopori para penerima anugerah Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) seperti Bupati Jembrana yang berhasil nyata menggratiskan pendidikan tanpa mengurangi, bahkan meningkatkan, mutu pendidikan di daerah Kabupaten Jembrana sejak 2000. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) terbukti mampu menepati janji kampanye menggratiskan pendidikan di Provinsi Sumsel pada 2009!

Kalau mau, pasti mampu! Ada pula contoh, meski mau, tapi ternyata tidak mampu, atau lebih tepatnya tidak boleh. Bupati Banyuwangi sempat gagal menepati janji-janji kampanye untuk menggratiskan pendidikan akibat ditentang habis-habisan oleh DPRD Banyuwangi.

Mayoritas anggotanya lebih berpihak kepada mereka yang sudah telanjur mengenyam nikmatnya berbisnis pendidikan ketimbang berpihak ke rakyat yang terus-menerus diperah dan diperas untuk membayar pendidikan!

Memang selalu ada yang lebih mengutamakan kepentingan kocek pribadi atau lembaga masing-masing ketimbang menjunjung tinggi Pancasila dan mematuhi UUD 1945; sambil murka apabila dituduh membisniskan atau mengindustrikan pendidikan.